Posts

Pelangi Di Waktu Senja (PART 4)

          Sebulan bercuti membuatkan Warina berat hati untuk kembali ke Melaka namun dikuatkan juga hatinya memandangkan itu adalah semester terakhir dia di sana . Seperti biasa , dia pulang ke Melaka bersama-sama Tahira . Perjalanan pada waktu pagi itu menyegarkan Warina , dia terpegun melihat keindahan dunia ciptaan Allah SWT . Di kiri dan kanan jalan terdapat pepohon hijau yang menyegarkan setiap mata yang melihatnya .            Setelah selesai menyelesaikan segala urusan , Warina segera mencari kelibat Azizah yang sudah lama tidak ditemuinya itu . Rasa rindu membuak-buak di dadanya . Lebih kurang 10 minit tidak menemui batang hidung Azizah , Warina pun menuju ke cafe untuk menikmati soya bean kegemarannya . Sedang asyik menghirup soya bean di dalam tin , tiba-tiba hinggap satu tepukan di bahunya . Habis tersembur segala isi minuman di dalam mulutnya .           " Oh mak kau ! " latah Warina secara ti...

Pelangi Di Waktu Senja (PART 3)

          Hari demi hari silih berganti , akhirnya masa yang ditunggukan tiba . Cuti semester . Warina tidak sabar ingin pulang ke Johor Bahru untuk menemui Ibunya dan pujaan hati , Shahrul Fikri . Dia pulang ke Johor Bahru bersama-sama Tahira , rakan sekelasnya semenjak dari sekolah menengah .            Perjalanan yang mengambil masa berjam-jam sangat menggusarkan hatinya . Betapa dia merindui ibunya itu . Warina bukanlah berasal dari keluarga berada , dia hanyalah seorang anak yatim yang tinggal bersama-sama ibunya , Mak Wan . Mak Wan hanyalah seorang penenun kain songket dan hidup mereka ala kadar sahaja . Namun itu tidak menjadi penghalang baginya mencapai kejayaan , dia pernah ditawarkan belajar di Mesir selepas tamat STPM untuk menjadi ustazah tetapi tidak semudah itu baginya untuk meninggalkan ibunya keseorangan . Lantaran itu , dia hanya melanjutkan pelajaran di UiTM yang kosnya jauh lebih murah . Dia percaya di mana ada k...

Pelangi di Waktu Senja (PART 2)

          Warina segera membelek sampul surat itu , betapa dia tidak sabar untuk membaca isi kandungannya . Namun dia lagi tidak sabar untuk bertemu dengan si pengirim warkah berwarna biru itu . Hampir tiga tahun mereka menjalin perhubungan jarak jauh , seorang di Melaka seorang di Sabah . Tuntutan pelajaran dan pekerjaan memaksa mereka berjauhan namun masing-masing tetap setia , jujur dalam hubungan suci itu . Warina membuka warkah tersebut dengan berhati-hati dan cermat , tidak mahu mengoyakkannya kerana sudah terbiasa baginya menyimpan semua kenangan mereka di dalam kotak kecil berwarna merah jambu . Kotak itulah yang menjadi temannya di kala kesunyian ... Perlahan-lahan dia membaca sepatah demi sepatah ayat yang tertulis di dalam surat itu . Warina ,           Bertemu kembali kita di atas sehelai kertas kajang ini . Warina di sana apa khabar ? Shah harap Warina sihat-sihat hendaknya . Sudah hampir 6 bulan Shah tidak ketemu Warina da...

Pelangi di Waktu Senja (PART 1)

Sedang mengonlinekan diri , terbit perasaan ingin menulis cerpen . Saya akan terus menulis sehingga idea kering , maaf jika cerpen ini tiada penghujung seperti yang diharapkan . Pelangi di Waktu Senja bermaksud kebahagiaan yang muncul setelah seharian melalui hari yang panas terik , hujan & redup . Saya masih muda dalam bidang penulisan , segala salah silap dari segi bahasa mohon tunjuk ajar :) Terima kasih , enjoy my story . _______________________________________________________________________________           Toktoktok ! Bertalu-talu bunyi ketukan pintu . Warina yang baru tamat solat Isyak segera menuju ke pintu dan membuka pintu . Kelihatan Azizah dengan senyuman penuh makna . " Apasal lambat sangat kau buka pintu ? Penat tahu tak aku ketuk macam nak pecah pintu nie , " marah Azizah diikuti ketawa kecilnya . " Aku solat lah tadi , yang kau tak ada angin tak ada ribut kenapa tiba-tiba datang bilik aku ? Perang besar dengan Mariam ke ... " balas Warin...